Melon (Cucumis melo L.) memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Melon merupakan komoditas penghasil devisa ke-5 dari kelompok buah-buahan serta menduduki peringkat ke-6 dalam aspek ekspor. Varietas-varietas baru melon telah banyak diiembangkan di berbagai daerah. Pengembangan melon diiadapkan pada kendala yang besar yaitu adanya gangguan penyakit. Melon dapat terserang Zucchini yellow mosaic potyvirus (ZYMV) yang merupakan virus penting pada Cucurbitaceae. Usaha yang dilakukan untuk mendapatkan varietas unggul adalah dengan pemuliaan tanaman. Salah satu sifat unggul yang diharapkan adalah adanya ketahanan terhadap penyakit. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat ketahanan tujuh varietas melon terhadap ZYMV dan bermanfaat mendapatkan varietas melon yang tahan terhadap ZYMV. Perbanyakan inokulum ZYMV dilakukan pada tanaman kabocha, kemudian dam yang bergejala diawetkan dengan CaC12 dan disimpan pada suhu 4 “C. Penularan ZYMV pada melon dilakukan dengan inokulasi mekanis. Varietas melon yang digunakan adalah varietas Action 434, Glamour, H7, H35, H52, H94, dan Honey dew. Seluruh varietas melon memperlihatkan gejala mosaik sistemik dan mengalami malformasi dam. Lama periode inkubasi dan besamya kejadian penyakit berbedabeda antar varietas. Seluruh tanaman melon yang terinfeksi ZYMV mengalami laju pertambahan tinggi yang lambat dibandingkan tanaman melon yang tidak terinfeksi ZYMV. Nilai absorban ELISA (NAE) cenderung meningkat pada pengujian kedua kecuali pada varietas Honey dew.

sumber: Mayasari, Widya Puspita, 2006.

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50905

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

IPB
IPB Badge